Archive

Posts Tagged ‘Ubuntu’

Konfigurasi source.list Pada Ubuntu 9.04

July 12th, 2009 5 comments

Konfigurasi source.list Pada Ubuntu 9.04 “Jaunty Jackalope”

Mengubah Daftar Repositori
Ada dua cara:
1. Melalui GUI (Graphical User Interface)
2. Melalui CLI (Command-Line Interface)

Melalui GUI
1. Buka menu: System > Administration > Synaptic Package Manager
2. Pilih menu: Settings > Repositories
3. Pilih tab Third-Party Software
4. Pilih Add
5. Masukkan baris pertama pada salah satu server repositori yang ada pada postingan sebelumnya. Misalnya:

deb http://kambing.ui.edu/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse

6. Klik Add lagi, lalu isikan baris berikutnya. Lakukan langkah ini hingga semua baris pada server tersebut selesai anda masukkan.
Read more…

Kiriman Ubuntu 9.04 “Jaunty Jackalope”

July 10th, 2009 No comments

Sudah lama sebenernya kiriman ini sampai ke tangan saya. Tapi baru kali ini sempet posting. πŸ˜€ Tepatnya hari Jumat, 15 Juni 2009. Pagi hari pas mau ngawasin responsi sistem operasi. ^^ Pagi itu juga ketemu sama mas Amir yang kebetulan ada di Office, langsung saja saya ambil dan saya bayar Rp. 7000,00 sebagai ongkos kirimnya. Ada 10 CD Ubuntu Jaunty Jackalope Desktop Edition. Versi Sever yang saya request nggak diaccept, tapi nggak apa. Ntar bisa ngopi punya temen πŸ˜€ . Beberapa diantaranya saya berikan ke teman-teman yang pingin. πŸ™‚


Read more…

Kiriman Ubuntu 8.10

January 22nd, 2009 4 comments


Akhirnya CD Ubuntu 8.10 yang saya pesen beberapa bulan yang lalu sudah sampai tadi siang. Sebanyak 5 CD yang semuanya Ubuntu 8.10 Desktop Edition. Kebetulan tadi siang saya pas pulang dari kerjaan, pak Pos baru sampai juga di kost saya. Cuma bayar biaya pengganti sebesar Rp. 7000,- Semoga CD ini bisa berguna bagi temen-temen saya di kampung. Coz, kemarin temen saya sudah pesen Ubuntu 8.10, tapi kebetulan saya belum punya. Jadinya yaa nungu dulu. Semoga dengan ini bisa lebih mencintai produk Open Source dan mengurani ketergantungan akan produk Microsoft. Kiriman ini adalah request CD yang kesekian kali. Versi sebelumnya memang saya tidak menerima, dimungkinkan waktu saya request, sudah banyak antrian sebelumnya. πŸ˜€
Read more…

Instal dan Konfigurasi sshd di Ubuntu Gutsy Gibbon

January 2nd, 2009 No comments

opensshOpenSSH adalah protokol SSH yang bersifat gratis, handal sebagai alat koneksitas jaringan. Banyak pengguna telnet, rlogin, ftp, dan program lainnya mungkin tidak menyadari bahwa password mereka ditransmisikan lewat Internet tanpa enkripsi, tetapi protokol SSH menggunakan enkripsi. OpenSSH mengenkripsi seluruh lalulintas (termasuk username dan password) yang secara efektif mengeliminasi pencurian data, pembajakan koneksi (connection hijacking), dan serangan jaringan lainnya. Sebagai tambahan, OpenSSH menyediakan banyak sekali kemampuan tunneling aman, seperti sebuah varietas metode otentikasi. Untuk informasi detail mengenai OpenSSH bisa dibaca di http://www.openssh.com/

Intinya, dengan ssh kita dapat melakukan remote komputer secara aman karena data-data selama kita berkomunikasi dengan komputer target akan dienkripsi. Jadi jangan khawatir terhadap aksi-aksi hijacking dan aktifitas penetrasi jaringan lainnya. πŸ™‚ Berbeda dengan telnet dan ftp. Pada telnet dan FTP, data tidak dienkripsi sehingga cenderung unsecure.

Instalasi ssh melalui apt-get
1. Install paket ssh, caranya:

sudo apt-get install ssh

2. Nah… kalau sudah terinstall, tinggal edit file /etc/ssh/sshd_config

Read more…

Install telnetd di Ubuntu

December 31st, 2008 2 comments

Telnet (Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. (http://id.wikipedia.org/wiki/TELNET)

Telnet merupakan protokol client-server yang memungkinkan adanya akses remote login komputer tujuan dalam sebuah jaringan. Telnet juga dapat diartikan sebagai virtual/emulasi terminal yang menggunakan protokol telnet untuk dapat mengakses komputer tujuan secara remote. Yaa untuk referensi mengenai telnet bisa dicari dibuku ataupun di google. πŸ™‚ Di sini saya akan jelaskan sedikit tentang telnet di Ubuntu Gutsy.

Langkah Install telnetd di Ubuntu (apt-get):
Kita dapat menemukan paket instalasi Telnet server di Synaptic di bawah paket telnetd. Jika kita ingin menginstall paket telnet server kita dapat menggunakan perintah:

sudo apt-get install telnetd

Setelah selesai instalasi telnetd, sekarang restart service inetd menggunakan perintah berikut

sudo /etc/init.d/inetd restart

Read more…

Categories: Linux, Networking Tags: ,

Konfigurasi FTP Server di Ubuntu 7.10

December 8th, 2008 6 comments

FTP (singkatan dari File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.

FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP, sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.

Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.
(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/FTP)

Read more…

Konfigurasi DNS di Ubuntu 7.10 Menggunakan bind9

November 23rd, 2008 3 comments

Akhirnya berhasil juga setting DNS di Ubuntu Gutsy, walaupun harus bolak balik warnet dikarenakan saya nggak punya repositorinya. Kebetulan server inherent masih dalam proses perbaikan, makanya nggak bisa apt-get dari repositori lokal. Repot juga kalau nggak punya repositori, harus cari file-file dependensi yang dibutuhkan. Berikut yang dapat saya dokumentasikan.

Langkah-langkah setting DNS menggunakan bind9

1. Install bind9

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb 
Selecting previously deselected package bind9.
(Reading database ... 89207 files and directories currently installed.)
Unpacking bind9 (from bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
dpkg: dependency problems prevent configuration of bind9:
 bind9 depends on libdns32 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
  Version of libdns32 on system is 1:9.4.1-P1-3.
 bind9 depends on libisccfg30 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
  Version of libisccfg30 on system is 1:9.4.1-P1-3.
 bind9 depends on libisc32 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
  Version of libisc32 on system is 1:9.4.1-P1-3.
 bind9 depends on libisccc30 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
  Version of libisccc30 on system is 1:9.4.1-P1-3.
dpkg: error processing bind9 (--install):
 dependency problems - leaving unconfigured
Errors were encountered while processing:
 bind9

Ternyata masih memerlukan file dependensi : libdns32, libisccfg30, libisc32, libisccc30. Cari di internet, download. Pastikan file dependensi tersebut untuk Ubuntu Gutsy Gibbon. Install file dependensi tersebut.

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i libdns32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisccfg30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisc32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisccc30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb 
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libdns32 1:9.4.1-P1-3 (using libdns32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libdns32 ...
Setting up libdns32 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...

Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisccfg30 1:9.4.1-P1-3 (using libisccfg30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisccfg30 ...
Setting up libisccfg30 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...

Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisc32 1:9.4.1-P1-3 (using libisc32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisc32 ...
Setting up libisc32 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...

Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisccc30 1:9.4.1-P1-3 (using libisccc30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisccc30 ...
Setting up libisccc30 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...

Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place

Proses installasi file dependensi selesai. Coba install lagi bind9

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace bind9 1:9.4.1-P1-3ubuntu2 (using bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement bind9 ...
Setting up bind9 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Adding group `bind' (GID 120) ...
Done.
Adding system user `bind' (UID 112) ...
Adding new user `bind' (UID 112) with group `bind' ...
Not creating home directory `/var/cache/bind'.
wrote key file "/etc/bind/rndc.key"
 * Starting domain name service... bind                                  [ OK ]
bind9 sudah diinstall.

Sudah terinstall. Kalau Anda punya repositorinya, bisa langsung pakai apt-get.

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# apt-get install bind9

2. Pastikan bind9 sudah terinstall. Coba cek. Cuma untuk memastikan.

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -l | grep bind9
ii  bind9                                      1:9.4.1-P1-3ubuntu2           Internet Domain Name Server
ii  bind9-host                                 1:9.4.1-P1-3                  Version of 'host' bundled with BIND 9.X
ii  libbind9-30                                1:9.4.1-P1-3                  BIND9 Shared Library used by BIND

3. Edit file /etc/resolv.conf

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/resolv.conf
domain enambelas.com
search enambelas.com
nameserver 192.168.1.16

4. Edit file /etc/bind/named.conf

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/named.conf
// This is the primary configuration file for the BIND DNS server named.
//
// Please read /usr/share/doc/bind9/README.Debian.gz for information on the
// structure of BIND configuration files in Debian, *BEFORE* you customize
// this configuration file.
//
// If you are just adding zones, please do that in /etc/bind/named.conf.local

include "/etc/bind/named.conf.options";

// prime the server with knowledge of the root servers
zone "." {
        type hint;
        file "/etc/bind/db.root";
};

// be authoritative for the localhost forward and reverse zones, and for
// broadcast zones as per RFC 1912

zone "localhost" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.local";
};

zone "127.in-addr.arpa" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.127";
};

zone "0.in-addr.arpa" {
	type master;
        file "/etc/bind/db.0";
};

zone "255.in-addr.arpa" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.255";
};

//tambahkan baris berikut
zone "enambelas.com" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.enambelas.com";
};

zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
	type master;
        file "/etc/bind/db.192.168.1";
};

// zone "com" { type delegation-only; };
// zone "net" { type delegation-only; };

// From the release notes:
//  Because many of our users are uncomfortable receiving undelegated answers
//  from root or top level domains, other than a few for whom that behaviour
//  has been trusted and expected for quite some length of time, we have now
//  introduced the "root-delegations-only" feature which applies delegation-only
//  logic to all top level domains, and to the root domain.  An exception list
//  should be specified, including "MUSEUM" and "DE", and any other top level
//  domains from whom undelegated responses are expected and trusted.
include "/etc/bind/named.conf.local";

5. Buat file /etc/bind/db.enambelas.com

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/db.enambelas.com
$TTL    86400

@       IN      SOA     enambelas.com.  root.enambelas.com.   (
                        20081122        ;Serial
                        604800          ;Refresh
                        86400           ;Retry
                        2419200         ;Expire
                        604800 )        ; Negative Cache TTL

@       IN      NS      enambelas.com.
@       IN      A       192.168.1.16

6. Buat file /etc/bind/db.192.168.1

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/db.192.168.1
$TTL    86400

@       IN      SOA     enambelas.com.  root.enambelas.com.   (
                        20081122        ;Serial
                        604800          ;Refresh
                        86400           ;Retry
                        2419200         ;Expire
                        604800)         ; Negative Cache TTL
;
        IN      NS      enambelas.com.
        IN      PTR     www.enambelas.com.

7. Cek apakah settingan file db.enambelas.com sudah benar?

root@komputer16-desktop:/home# named-checkzone enambelas.com /etc/bind/db.enambelas.com
zone enambelas.com/IN: loaded serial 20081122
OK

8. Cek apakah settingan file db.192.168.1 sudah benar?

root@komputer16-desktop:/home# named-checkzone 192.168.1 /etc/bind/db.192.168.1
zone 192.168.1/IN: loaded serial 20081122
OK

9. Restart service DNS

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# /etc/init.d/bind9 restart
 * Stopping domain name service... bind                                                                                                              [ OK ]
 * Starting domain name service... bind                                                                                                              [ OK ]
 

10. Sudah selesai, sekarang tes dengan perintah dig atau ping

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dig enambelas.com

; <<>> DiG 9.4.1-P1 <<>> enambelas.com
;; global options:  printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 59585
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;enambelas.com.                 IN      A

;; ANSWER SECTION:
enambelas.com.          86400   IN      A       192.168.1.16

;; AUTHORITY SECTION:
enambelas.com.          86400   IN      NS      enambelas.com.

;; Query time: 1 msec
;; SERVER: 192.168.1.16#53(192.168.1.16)
;; WHEN: Sat Nov 22 21:12:31 2008
;; MSG SIZE  rcvd: 61

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# ping enambelas.com
PING enambelas.com (192.168.1.16) 56(84) bytes of data.
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=1 ttl=64 time=0.016 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=2 ttl=64 time=0.024 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=3 ttl=64 time=0.025 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=4 ttl=64 time=0.028 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=5 ttl=64 time=0.025 ms

--- enambelas.com ping statistics ---
5 packets transmitted, 5 received, 0% packet loss, time 3998ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.016/0.023/0.028/0.006 ms

Selesai sudah settingan bind9. Kalau ada yang salah mohon koreksinya.

Categories: Linux Tags: ,

Setting IP Address di Ubuntu Linux 7.10

November 8th, 2008 2 comments

Setting IP Address ada 2 macam :
1. Setting IP Address secara static
2. Setting IP Address secara dinamic (DHCP)

Setting IP static di Ubuntu 7.10
Disini saya menggunakan Access Poin dengan SSID : lab1era

Langkah – langkah :
1. Edit file /etc/network/interface dengan menggunakan editor yang anda kuasai.

root@komputer02-desktop:pico /etc/network/interface
auto lo
iface lo inet loopback

auto wlan0

iface wlan0 inet static
address 192.168.182.100
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.182.1
wireless-essid lab1era

Simpan file tersebut.
Kata auto yang mendahului nama suatu interface menandakan bahwa interface tersebut akan dinyalakan secara otomatis pada saat booting. Interface lo tidak memiliki konfigurasi IP karena lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki IP yang pasti yakni 127.0.0.1. Alamat IP ini digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri.
Konfigurasi untuk wlan0 harus diberikan karena interface ini dikonfigurasi menggunakan IP statis. Parameter-parameter yang harus disebutkan untuk jenis interface static adalah:
address: IP address yang digunakan suatu komputer.
network: Network Address komputer.
netmask: subnet mask network komputer.
broadcast: alamat broadcast yang digunakan komputer untuk memperkenalkan diri pada jaringan.
gateway: alamat IP gateway untuk menghubungkan kita dengan dunia luar
wireless-essid: menentukan nama dadi Acess Poin yang digunakan dalam jaringan.

2. Restart servicenya dengan perintah : /etc/init.d/networking restart

root@komputer02-desktop:/etc/network# /etc/init.d/networking restart
* Reconfiguring network interfaces...                                          [ OK ]

3. Cek IP dengan perintah : ifconfig

root@komputer02-desktop:/etc/network# ifconfig
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1A:4D:F8:83:E6
UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)
Interrupt:17 Base address:0x2000

lo        Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
RX packets:347 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:347 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:37795 (36.9 KB)  TX bytes:37795 (36.9 KB)

wlan0     Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1D:7E:05:E8:74
inet addr:192.168.182.100  Bcast:192.168.182.255  Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::21d:7eff:fe05:e874/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:4832 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:1036 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:1181019 (1.1 MB)  TX bytes:133727 (130.5 KB)

wmaster0  Link encap:UNSPEC  HWaddr 00-1D-7E-05-E8-74-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)

Setting IP sudah berhasil –> inet addr:192.168.182.100

4. Ping ke komputer sebelah. Misalnya ke komputer dengan IP : 192.168.182.18

root@komputer02-desktop:/etc/network# ping 192.168.182.18
PING 192.168.182.18 (192.168.182.18) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=1 ttl=64 time=9.58 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=2 ttl=64 time=2.24 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=3 ttl=64 time=2.27 ms

--- 192.168.182.18 ping statistics ---
3 packets transmitted, 3 received, 0% packet loss, time 1999ms
rtt min/avg/max/mdev = 2.242/4.701/9.589/3.456 ms

Kalau ada replay berarti settingan Anda sudah benar.

Sedangkan bila tidak ada wireless (Access Point) dalam hal ini kita menggunakan kabel jaringan sebagai medianya, kata wlan0 diganti dengan eth0. Dan wireless-essid dihilangkan. Langkah selanjutnya sama sepeti di atas.

Setting IP dinamic di Ubuntu 7.10
Disini saya menggunakan Access Poin dengan SSID : lab1era

Langkah – langkah :
1. Edit file /etc/network/interface dengan menggunakan editor yang anda kuasai.

root@komputer02-desktop:pico /etc/network/interface
auto lo
iface lo inet loopback

auto wlan0
iface wlan0 inet dhcp
wireless-essid lab1era

Simpan konfigurasi tersebut.
Jika Anda menggunakan kabel jaringan, kata wlan0 diganti dengan eth0, wireless-essid dihapus.

2. Restart servicenya dengan perintah : /etc/init.d/networking restart

root@komputer02-desktop:/etc/network# /etc/init.d/networking restart
* Reconfiguring network interfaces...
There is already a pid file /var/run/dhclient.wlan0.pid with pid 6070
killed old client process, removed PID file
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.0.5
Copyright 2004-2006 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/sw/dhcp/
wmaster0: unknown hardware address type 801
wmaster0: unknown hardware address type 801
Listening on LPF/wlan0/00:1d:7e:05:e8:74
Sending on   LPF/wlan0/00:1d:7e:05:e8:74
Sending on   Socket/fallback
DHCPRELEASE on wlan0 to 192.168.182.1 port 67
There is already a pid file /var/run/dhclient.wlan0.pid with pid 134519120
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.0.5
Copyright 2004-2006 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/sw/dhcp/
wmaster0: unknown hardware address type 801
wmaster0: unknown hardware address type 801
Listening on LPF/wlan0/00:1d:7e:05:e8:74
Sending on   LPF/wlan0/00:1d:7e:05:e8:74
Sending on   Socket/fallback
DHCPDISCOVER on wlan0 to 255.255.255.255 port 67 interval 3
DHCPOFFER from 192.168.182.1
DHCPREQUEST on wlan0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPACK from 192.168.182.1
bound to 192.168.182.17 -- renewal in 265 seconds.
[ OK ]

3. Cek IP Address dengan perintah : ifconfig

root@komputer02-desktop:/etc/network# ifconfig
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1A:4D:F8:83:E6
UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)
Interrupt:17 Base address:0x2000

lo        Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
RX packets:334 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:334 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:36619 (35.7 KB)  TX bytes:36619 (35.7 KB)
wlan0     Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1D:7E:05:E8:74
inet addr:192.168.182.17  Bcast:192.168.182.255  Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::21d:7eff:fe05:e874/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:2502 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:868 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:547711 (534.8 KB)  TX bytes:106874 (104.3 KB)
wmaster0  Link encap:UNSPEC  HWaddr 00-1D-7E-05-E8-74-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)

IP Address yang diberikan : 192.168.182.17 —-> inet addr:192.168.182.17

4. Setting IP dinamic komputer lain, exp. komp B.
Jika sudah diseting, restart servicenya.
Dari komp A coba test koneksi dengan perintah ping ke IP komp B.
Jika ada reply berarti sudah terkoneksi dengan benar.

root@komputer02-desktop:/etc/network# ping 192.168.182.18
PING 192.168.182.18 (192.168.182.18) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=1 ttl=64 time=2006 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=2 ttl=64 time=998 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=3 ttl=64 time=1.77 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=4 ttl=64 time=1.13 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=5 ttl=64 time=1.13 ms

--- 192.168.182.18 ping statistics ---
5 packets transmitted, 5 received, 0% packet loss, time 4009ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.135/601.880/2006.743/801.618 ms, pipe 2

Selesai sudah setting IP di Ubuntu Linux 7.10. Jika masih ada kekurangan mohon koreksinya. πŸ™‚

Referensi : http://www.ubuntu.com

Ubuntu 8.10

November 8th, 2008 5 comments

Akhirnya Ubuntu 8.10 release akhir bulan kemarin. Ubuntu dengan code name Intrepid Ibex ini adalah yang release ke-9 kalinya setiap 6 bulan sekali. Dan pastinya feature yang diberikan sangat banyak dibandingkan dengan feature versi sebelumnya. Jika Anda masih menggunakan versi 8.04, bisa langsung upgrade kok dari CD Ubuntunya.

Nggak tahu kapan bisa mencoba Ubuntu 8.10 ini. Iseng-iseng coba request CD dari Shipit semoga bisa sampai kost. Sebelumnya sih udah request untuk yang versi 8.04 sebanyak 15 tapi belum sampai sini. Sekarang nyoba request 5 keping. Default dari sananya sih 1 keping CD. πŸ˜€ Mungkin nanti bisa dibagi ke teman – teman. πŸ™‚

Repositori Ubuntu 8.10 pun sudah release dalam bentuk DVD sebanyak 6 DVD sekitar 22 GB. Jumlah yang sangat besar. πŸ™‚ Bisa didownload lewat Kambing Daripada downoad lama mending ngopi saja πŸ˜€ . Ada yang sudah punya?

Saya bukan linuxer sejati yang murni memakai OS Linux :). Sampai saat ini saya masih memakai OS Windows (bajakan) :”>. Semoga kalau PC nya sudah sehat bisa pakai Linux. ^_^

Categories: Informasi, Informatika, Linux Tags: ,

Ubuntu Free Magazine

October 18th, 2008 No comments

Full Circle is a free, independent, magazine dedicated to the Ubuntu family of Linux operating systems. Each month, it contains helpful how-to articles and reader submitted stories.

Bagi yang maniak Ubuntu Linux, atau pingin ngedapetin majalah gratis (e-book) tentang Sistem Operasi Ubuntu, silakan download file PDFnya di http://fullcirclemagazine.org/

Categories: Informatika, Linux Tags:

Bad Behavior has blocked 74 access attempts in the last 7 days.