Archive

Archive for the ‘Linux’ Category

Install telnetd di Ubuntu

December 31st, 2008 2 comments

Telnet (Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. (http://id.wikipedia.org/wiki/TELNET)

Telnet merupakan protokol client-server yang memungkinkan adanya akses remote login komputer tujuan dalam sebuah jaringan. Telnet juga dapat diartikan sebagai virtual/emulasi terminal yang menggunakan protokol telnet untuk dapat mengakses komputer tujuan secara remote. Yaa untuk referensi mengenai telnet bisa dicari dibuku ataupun di google. 🙂 Di sini saya akan jelaskan sedikit tentang telnet di Ubuntu Gutsy.

Langkah Install telnetd di Ubuntu (apt-get):
Kita dapat menemukan paket instalasi Telnet server di Synaptic di bawah paket telnetd. Jika kita ingin menginstall paket telnet server kita dapat menggunakan perintah:

sudo apt-get install telnetd

Setelah selesai instalasi telnetd, sekarang restart service inetd menggunakan perintah berikut

sudo /etc/init.d/inetd restart

Read more…

Categories: Linux, Networking Tags: ,

Konfigurasi VNC Server

December 28th, 2008 11 comments

vnc2VNC atau Virtual Network Computing adalah software remote control yang memungkinkan kita untuk melihat ataupun mengontrol secara penuh dengan sebuah komputer desktop (“VNC server”) menggunakan program (“VNC viewer”) di komputer desktop lain, dimanapun selama ada koneksi internet ataupun intranet.

VNC ini bersifat cross-platform, artinya bahwa software ini bisa digunakan untuk komputer dengan sistem operasi yang berbeda. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan VNC untuk meremote komputer dengan OS Windows Vista melalui Ubuntu Linux ataupun melalui komputer Mac yang ada di rumah.

Ada 3 jenis VNC yaitu Free Edition, VNC Personal Edition, dan VNC Enterprise Edition. Dalam prakteknya saya menggunakan yang VNC Free Edition dengan komputer bersistem operasi Windows XP Professional dan komputer bersistem operasi Linux Ubuntu. Untuk lebih jelas mengenai software VNC, Anda bisa lihat informasinya di sini. dan bisa download programnya di sini.
Read more…

Categories: Linux, Networking Tags:

Konfigurasi FTP Server di Ubuntu 7.10

December 8th, 2008 6 comments

FTP (singkatan dari File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.

FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP, sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.

Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.
(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/FTP)

Read more…

Install XAMPP di Ubuntu

December 4th, 2008 4 comments

xamppXAMPP adalah software yang bersifat freeware, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program untuk menjankan fungsinya sebagai server yang berdiri sendiri, yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penterjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrogramaan PHP dan Perl.

Program ini tersedia dalam GNU General Public License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat mampu melayani halaman dinamis. Saat ini, XAMPP tersedia untuk sistem operasi Microsoft Windows, Linux, Sun Solaris dan Mac OS X.

XAMPP bisa didownload di http://www.apachefriends.org/en/index.html. Untuk versi Linux bisa di download di http://www.apachefriends.org/download.php?xampp-linux-1.6.8a.tar.gz yang berkapasitas 59 MB. OK, langsung saja kita coba install XAMPP.

Read more…

Konfigurasi DNS di Ubuntu 7.10 Menggunakan bind9

November 23rd, 2008 3 comments

Akhirnya berhasil juga setting DNS di Ubuntu Gutsy, walaupun harus bolak balik warnet dikarenakan saya nggak punya repositorinya. Kebetulan server inherent masih dalam proses perbaikan, makanya nggak bisa apt-get dari repositori lokal. Repot juga kalau nggak punya repositori, harus cari file-file dependensi yang dibutuhkan. Berikut yang dapat saya dokumentasikan.

Langkah-langkah setting DNS menggunakan bind9

1. Install bind9

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb 
Selecting previously deselected package bind9.
(Reading database ... 89207 files and directories currently installed.)
Unpacking bind9 (from bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
dpkg: dependency problems prevent configuration of bind9:
 bind9 depends on libdns32 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
  Version of libdns32 on system is 1:9.4.1-P1-3.
 bind9 depends on libisccfg30 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
  Version of libisccfg30 on system is 1:9.4.1-P1-3.
 bind9 depends on libisc32 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
  Version of libisc32 on system is 1:9.4.1-P1-3.
 bind9 depends on libisccc30 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
  Version of libisccc30 on system is 1:9.4.1-P1-3.
dpkg: error processing bind9 (--install):
 dependency problems - leaving unconfigured
Errors were encountered while processing:
 bind9

Ternyata masih memerlukan file dependensi : libdns32, libisccfg30, libisc32, libisccc30. Cari di internet, download. Pastikan file dependensi tersebut untuk Ubuntu Gutsy Gibbon. Install file dependensi tersebut.

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i libdns32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisccfg30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisc32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisccc30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb 
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libdns32 1:9.4.1-P1-3 (using libdns32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libdns32 ...
Setting up libdns32 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...

Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisccfg30 1:9.4.1-P1-3 (using libisccfg30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisccfg30 ...
Setting up libisccfg30 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...

Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisc32 1:9.4.1-P1-3 (using libisc32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisc32 ...
Setting up libisc32 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...

Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisccc30 1:9.4.1-P1-3 (using libisccc30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisccc30 ...
Setting up libisccc30 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...

Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place

Proses installasi file dependensi selesai. Coba install lagi bind9

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace bind9 1:9.4.1-P1-3ubuntu2 (using bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement bind9 ...
Setting up bind9 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Adding group `bind' (GID 120) ...
Done.
Adding system user `bind' (UID 112) ...
Adding new user `bind' (UID 112) with group `bind' ...
Not creating home directory `/var/cache/bind'.
wrote key file "/etc/bind/rndc.key"
 * Starting domain name service... bind                                  [ OK ]
bind9 sudah diinstall.

Sudah terinstall. Kalau Anda punya repositorinya, bisa langsung pakai apt-get.

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# apt-get install bind9

2. Pastikan bind9 sudah terinstall. Coba cek. Cuma untuk memastikan.

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -l | grep bind9
ii  bind9                                      1:9.4.1-P1-3ubuntu2           Internet Domain Name Server
ii  bind9-host                                 1:9.4.1-P1-3                  Version of 'host' bundled with BIND 9.X
ii  libbind9-30                                1:9.4.1-P1-3                  BIND9 Shared Library used by BIND

3. Edit file /etc/resolv.conf

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/resolv.conf
domain enambelas.com
search enambelas.com
nameserver 192.168.1.16

4. Edit file /etc/bind/named.conf

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/named.conf
// This is the primary configuration file for the BIND DNS server named.
//
// Please read /usr/share/doc/bind9/README.Debian.gz for information on the
// structure of BIND configuration files in Debian, *BEFORE* you customize
// this configuration file.
//
// If you are just adding zones, please do that in /etc/bind/named.conf.local

include "/etc/bind/named.conf.options";

// prime the server with knowledge of the root servers
zone "." {
        type hint;
        file "/etc/bind/db.root";
};

// be authoritative for the localhost forward and reverse zones, and for
// broadcast zones as per RFC 1912

zone "localhost" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.local";
};

zone "127.in-addr.arpa" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.127";
};

zone "0.in-addr.arpa" {
	type master;
        file "/etc/bind/db.0";
};

zone "255.in-addr.arpa" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.255";
};

//tambahkan baris berikut
zone "enambelas.com" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.enambelas.com";
};

zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
	type master;
        file "/etc/bind/db.192.168.1";
};

// zone "com" { type delegation-only; };
// zone "net" { type delegation-only; };

// From the release notes:
//  Because many of our users are uncomfortable receiving undelegated answers
//  from root or top level domains, other than a few for whom that behaviour
//  has been trusted and expected for quite some length of time, we have now
//  introduced the "root-delegations-only" feature which applies delegation-only
//  logic to all top level domains, and to the root domain.  An exception list
//  should be specified, including "MUSEUM" and "DE", and any other top level
//  domains from whom undelegated responses are expected and trusted.
include "/etc/bind/named.conf.local";

5. Buat file /etc/bind/db.enambelas.com

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/db.enambelas.com
$TTL    86400

@       IN      SOA     enambelas.com.  root.enambelas.com.   (
                        20081122        ;Serial
                        604800          ;Refresh
                        86400           ;Retry
                        2419200         ;Expire
                        604800 )        ; Negative Cache TTL

@       IN      NS      enambelas.com.
@       IN      A       192.168.1.16

6. Buat file /etc/bind/db.192.168.1

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/db.192.168.1
$TTL    86400

@       IN      SOA     enambelas.com.  root.enambelas.com.   (
                        20081122        ;Serial
                        604800          ;Refresh
                        86400           ;Retry
                        2419200         ;Expire
                        604800)         ; Negative Cache TTL
;
        IN      NS      enambelas.com.
        IN      PTR     www.enambelas.com.

7. Cek apakah settingan file db.enambelas.com sudah benar?

root@komputer16-desktop:/home# named-checkzone enambelas.com /etc/bind/db.enambelas.com
zone enambelas.com/IN: loaded serial 20081122
OK

8. Cek apakah settingan file db.192.168.1 sudah benar?

root@komputer16-desktop:/home# named-checkzone 192.168.1 /etc/bind/db.192.168.1
zone 192.168.1/IN: loaded serial 20081122
OK

9. Restart service DNS

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# /etc/init.d/bind9 restart
 * Stopping domain name service... bind                                                                                                              [ OK ]
 * Starting domain name service... bind                                                                                                              [ OK ]
 

10. Sudah selesai, sekarang tes dengan perintah dig atau ping

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dig enambelas.com

; <<>> DiG 9.4.1-P1 <<>> enambelas.com
;; global options:  printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 59585
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;enambelas.com.                 IN      A

;; ANSWER SECTION:
enambelas.com.          86400   IN      A       192.168.1.16

;; AUTHORITY SECTION:
enambelas.com.          86400   IN      NS      enambelas.com.

;; Query time: 1 msec
;; SERVER: 192.168.1.16#53(192.168.1.16)
;; WHEN: Sat Nov 22 21:12:31 2008
;; MSG SIZE  rcvd: 61

root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# ping enambelas.com
PING enambelas.com (192.168.1.16) 56(84) bytes of data.
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=1 ttl=64 time=0.016 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=2 ttl=64 time=0.024 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=3 ttl=64 time=0.025 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=4 ttl=64 time=0.028 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=5 ttl=64 time=0.025 ms

--- enambelas.com ping statistics ---
5 packets transmitted, 5 received, 0% packet loss, time 3998ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.016/0.023/0.028/0.006 ms

Selesai sudah settingan bind9. Kalau ada yang salah mohon koreksinya.

Categories: Linux Tags: ,

Setting IP Address di Ubuntu Linux 7.10

November 8th, 2008 2 comments

Setting IP Address ada 2 macam :
1. Setting IP Address secara static
2. Setting IP Address secara dinamic (DHCP)

Setting IP static di Ubuntu 7.10
Disini saya menggunakan Access Poin dengan SSID : lab1era

Langkah – langkah :
1. Edit file /etc/network/interface dengan menggunakan editor yang anda kuasai.

root@komputer02-desktop:pico /etc/network/interface
auto lo
iface lo inet loopback

auto wlan0

iface wlan0 inet static
address 192.168.182.100
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.182.1
wireless-essid lab1era

Simpan file tersebut.
Kata auto yang mendahului nama suatu interface menandakan bahwa interface tersebut akan dinyalakan secara otomatis pada saat booting. Interface lo tidak memiliki konfigurasi IP karena lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki IP yang pasti yakni 127.0.0.1. Alamat IP ini digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri.
Konfigurasi untuk wlan0 harus diberikan karena interface ini dikonfigurasi menggunakan IP statis. Parameter-parameter yang harus disebutkan untuk jenis interface static adalah:
address: IP address yang digunakan suatu komputer.
network: Network Address komputer.
netmask: subnet mask network komputer.
broadcast: alamat broadcast yang digunakan komputer untuk memperkenalkan diri pada jaringan.
gateway: alamat IP gateway untuk menghubungkan kita dengan dunia luar
wireless-essid: menentukan nama dadi Acess Poin yang digunakan dalam jaringan.

2. Restart servicenya dengan perintah : /etc/init.d/networking restart

root@komputer02-desktop:/etc/network# /etc/init.d/networking restart
* Reconfiguring network interfaces...                                          [ OK ]

3. Cek IP dengan perintah : ifconfig

root@komputer02-desktop:/etc/network# ifconfig
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1A:4D:F8:83:E6
UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)
Interrupt:17 Base address:0x2000

lo        Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
RX packets:347 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:347 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:37795 (36.9 KB)  TX bytes:37795 (36.9 KB)

wlan0     Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1D:7E:05:E8:74
inet addr:192.168.182.100  Bcast:192.168.182.255  Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::21d:7eff:fe05:e874/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:4832 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:1036 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:1181019 (1.1 MB)  TX bytes:133727 (130.5 KB)

wmaster0  Link encap:UNSPEC  HWaddr 00-1D-7E-05-E8-74-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)

Setting IP sudah berhasil –> inet addr:192.168.182.100

4. Ping ke komputer sebelah. Misalnya ke komputer dengan IP : 192.168.182.18

root@komputer02-desktop:/etc/network# ping 192.168.182.18
PING 192.168.182.18 (192.168.182.18) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=1 ttl=64 time=9.58 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=2 ttl=64 time=2.24 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=3 ttl=64 time=2.27 ms

--- 192.168.182.18 ping statistics ---
3 packets transmitted, 3 received, 0% packet loss, time 1999ms
rtt min/avg/max/mdev = 2.242/4.701/9.589/3.456 ms

Kalau ada replay berarti settingan Anda sudah benar.

Sedangkan bila tidak ada wireless (Access Point) dalam hal ini kita menggunakan kabel jaringan sebagai medianya, kata wlan0 diganti dengan eth0. Dan wireless-essid dihilangkan. Langkah selanjutnya sama sepeti di atas.

Setting IP dinamic di Ubuntu 7.10
Disini saya menggunakan Access Poin dengan SSID : lab1era

Langkah – langkah :
1. Edit file /etc/network/interface dengan menggunakan editor yang anda kuasai.

root@komputer02-desktop:pico /etc/network/interface
auto lo
iface lo inet loopback

auto wlan0
iface wlan0 inet dhcp
wireless-essid lab1era

Simpan konfigurasi tersebut.
Jika Anda menggunakan kabel jaringan, kata wlan0 diganti dengan eth0, wireless-essid dihapus.

2. Restart servicenya dengan perintah : /etc/init.d/networking restart

root@komputer02-desktop:/etc/network# /etc/init.d/networking restart
* Reconfiguring network interfaces...
There is already a pid file /var/run/dhclient.wlan0.pid with pid 6070
killed old client process, removed PID file
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.0.5
Copyright 2004-2006 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/sw/dhcp/
wmaster0: unknown hardware address type 801
wmaster0: unknown hardware address type 801
Listening on LPF/wlan0/00:1d:7e:05:e8:74
Sending on   LPF/wlan0/00:1d:7e:05:e8:74
Sending on   Socket/fallback
DHCPRELEASE on wlan0 to 192.168.182.1 port 67
There is already a pid file /var/run/dhclient.wlan0.pid with pid 134519120
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.0.5
Copyright 2004-2006 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/sw/dhcp/
wmaster0: unknown hardware address type 801
wmaster0: unknown hardware address type 801
Listening on LPF/wlan0/00:1d:7e:05:e8:74
Sending on   LPF/wlan0/00:1d:7e:05:e8:74
Sending on   Socket/fallback
DHCPDISCOVER on wlan0 to 255.255.255.255 port 67 interval 3
DHCPOFFER from 192.168.182.1
DHCPREQUEST on wlan0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPACK from 192.168.182.1
bound to 192.168.182.17 -- renewal in 265 seconds.
[ OK ]

3. Cek IP Address dengan perintah : ifconfig

root@komputer02-desktop:/etc/network# ifconfig
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1A:4D:F8:83:E6
UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)
Interrupt:17 Base address:0x2000

lo        Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
RX packets:334 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:334 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:36619 (35.7 KB)  TX bytes:36619 (35.7 KB)
wlan0     Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1D:7E:05:E8:74
inet addr:192.168.182.17  Bcast:192.168.182.255  Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::21d:7eff:fe05:e874/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:2502 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:868 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:547711 (534.8 KB)  TX bytes:106874 (104.3 KB)
wmaster0  Link encap:UNSPEC  HWaddr 00-1D-7E-05-E8-74-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)

IP Address yang diberikan : 192.168.182.17 —-> inet addr:192.168.182.17

4. Setting IP dinamic komputer lain, exp. komp B.
Jika sudah diseting, restart servicenya.
Dari komp A coba test koneksi dengan perintah ping ke IP komp B.
Jika ada reply berarti sudah terkoneksi dengan benar.

root@komputer02-desktop:/etc/network# ping 192.168.182.18
PING 192.168.182.18 (192.168.182.18) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=1 ttl=64 time=2006 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=2 ttl=64 time=998 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=3 ttl=64 time=1.77 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=4 ttl=64 time=1.13 ms
64 bytes from 192.168.182.18: icmp_seq=5 ttl=64 time=1.13 ms

--- 192.168.182.18 ping statistics ---
5 packets transmitted, 5 received, 0% packet loss, time 4009ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.135/601.880/2006.743/801.618 ms, pipe 2

Selesai sudah setting IP di Ubuntu Linux 7.10. Jika masih ada kekurangan mohon koreksinya. 🙂

Referensi : http://www.ubuntu.com

Ubuntu 8.10

November 8th, 2008 5 comments

Akhirnya Ubuntu 8.10 release akhir bulan kemarin. Ubuntu dengan code name Intrepid Ibex ini adalah yang release ke-9 kalinya setiap 6 bulan sekali. Dan pastinya feature yang diberikan sangat banyak dibandingkan dengan feature versi sebelumnya. Jika Anda masih menggunakan versi 8.04, bisa langsung upgrade kok dari CD Ubuntunya.

Nggak tahu kapan bisa mencoba Ubuntu 8.10 ini. Iseng-iseng coba request CD dari Shipit semoga bisa sampai kost. Sebelumnya sih udah request untuk yang versi 8.04 sebanyak 15 tapi belum sampai sini. Sekarang nyoba request 5 keping. Default dari sananya sih 1 keping CD. 😀 Mungkin nanti bisa dibagi ke teman – teman. 🙂

Repositori Ubuntu 8.10 pun sudah release dalam bentuk DVD sebanyak 6 DVD sekitar 22 GB. Jumlah yang sangat besar. 🙂 Bisa didownload lewat Kambing Daripada downoad lama mending ngopi saja 😀 . Ada yang sudah punya?

Saya bukan linuxer sejati yang murni memakai OS Linux :). Sampai saat ini saya masih memakai OS Windows (bajakan) :”>. Semoga kalau PC nya sudah sehat bisa pakai Linux. ^_^

Categories: Informasi, Informatika, Linux Tags: ,

Ubuntu Free Magazine

October 18th, 2008 No comments

Full Circle is a free, independent, magazine dedicated to the Ubuntu family of Linux operating systems. Each month, it contains helpful how-to articles and reader submitted stories.

Bagi yang maniak Ubuntu Linux, atau pingin ngedapetin majalah gratis (e-book) tentang Sistem Operasi Ubuntu, silakan download file PDFnya di http://fullcirclemagazine.org/

Categories: Informatika, Linux Tags:

Pacer Linux, Tanpa Harddisk pun Bisa

September 16th, 2008 No comments

Bosan juga tiap kali intall windows, selang beberapa hari, nggak bisa dipake gara-gara beberapa track harddiskku bad. Malas juga kalau harus install ulang. Huff… Padahal dah beberapa utility untuk memperbaiki harddisk sudah saya coba, tapi hasilnya minim. Kayaknya harus beli hardisk baru lagi nih. Tapi belum ada dana untuk hal tersebut. InsyaAllah bulan depan kalau dah gajian. 🙂

Sekarang dah nggak bisa lagi bermanja manja di depan kompi, Ngedit progi, ataupun desain, bahkan ndengerin lagu. Teringat akan distro Linux yang namanya Pacer Linux yang masih tersimpan di CD bag saya. Akhirnya saya coba pake Pacer linux tersebut. Tanpa harus diinstall, Live Cd pun jadi.

Pacer Linux

Distro ini saya dapatkan saat seminar di JEC dua tahun yang lalu (2006). Satu dari 10.000 cd Pacer yang dibagikan gratis. Pacer Linux sebelumnya bernama Pazia Linux, berhubung pihak PT Pazia Pillar Mercycom bekerjasama dengan Apkomindo (Asosiasi Perusahaan Komputer Indonesia) dalam gerakan menghargai Hak Atas Kekayaan Intelectual dengan tajuk Apkomindo Open Source Movement 2006, maka nama Pazia diganti dengan Pacer. Pacer berasal dari kata Pazia dan Acer, dimana distro ini dikhususkan untuk notebook Acer Aspire 6230 waktu itu.

Distro ini merupakan turunan dari Knoppix. Lumayan ringan jalannya. Sudah autodetect untuk USB. Apalagi bisa sambil ndengerin mp3. Heeheehe, mungkin kalau distro sekarang nggak mau muter mp3, karena mp3 sudah menjadi dipatenkan, alternatif lain ya mengkonversi file mp3 ke ogg. Kebanyakan dari distro Linux sekarang sudah tidak suppor untuk file mp3, kalaupun bisa harus install paketan khusus mp3. Kalau nggak mau ribet, konvers aja ke ogg.

Categories: Linux Tags:

Install XMMS pada Ubuntu 5.10

April 1st, 2007 1 comment

Hari ini iseng aku nginstalin Ubuntu 5.10 setelah lama nggak make Linux lagi. Sebenernya mo nginstalin Ubuntu yang versi terbaru, tapi berhubung nggak punya CD Ubuntu-nya yaa make ubuntu yang lama (5.10).

Setelah lama memakai Open SuSE 10 akhirnya kembali lagi ke Windows, dan baru minggu ini kangen sama Linux. jadi aku instalin Linux yang kebetulan aku punya adalah Ubuntu.

Setelah instalasi Ubuntu 5.10 selesai, aku nyobain XMMS untuk memutar file mp3. Kebanyakan pertama yang dicoba dari para pengguna Linux pemula seperti saya– adalah menjalankan file .mp3. Pada distribusi ubuntu, default installnya tidak menyertakan codec mp3 sehingga belum bisa langsung menjalankan file – file mp3. Untuk menjalankannya dapat langsung menginstall xmms untuk memutar file mp3nya.

Hal yang menjadi masalah adalah tidak semua orang punya akses internet untuk ber-apt-get. Jadi terpaksa harus mendownload masing-masing paket dari Internet. Untuk selanjutnya bisa langsung di install melalui konsole. Bagi saya hal yang slit adalah mencari paket pada repository Ubuntu karena paket tersebut bercampur dengan arsitektur dan versi ubuntu yang lain.

Intinya disini saya mencoba untuk membantu teman-teman yang kesulitan untuk menginstall XMMS tanpa melalui apt-get.

Paket dibawah ini adalah untuk ubuntu dapper drake -i386. untuk menginstall XMMS dibutuhkan beberapa paket dependensi seperti dibawah ini:

libglib1.2_1.2.10-10.1build1_i386.deb
libgtk1.2_1.2.10-18_i386.deb
libgtk1.2-common_1.2.10-18_all.deb
libssl0.9.8_0.9.8e-4_i386.deb
libc6-dev_2.3.6.ds1-9em1_arm.deb
xmms_1.2.10+cvs20050809-4ubuntu5_i386.deb

Download paket-paket tersebut, bisa dicari di google. Setelah itu install paket tersebut dengan urutan:
Masuk directori tempat menyimpan paketan tersebut, misal di /home/wiwin261/xmms
$cd /home/wiwin261/xmms
$sudo dpkg -i libglib1.2_1.2.10-10.1build1_i386.deb
$sudo dpkg -i libgtk1.2-common_1.2.10-18_all.deb
$sudo dpkg -i libgtk1.2_1.2.10-18_i386.deb
$sudo dpkg -i libssl0.9.8_0.9.8e-4_i386.deb
$sudo dpkg -i libc6-dev_2.3.6.ds1-9em1_arm.deb
$sudo dpkg -i xmms_1.2.10+cvs20050809-4ubuntu5_i386.deb

Setelah semua terinstall, coba masuk ke konsole dan ketik xmms, dan Anda tinggal mencari file mp3 untuk dijalankan.

Untuk mengagnti skin bisa di klik kana pada XMMS trus brows skin. Tinggal pilih-pilih kesukaanmu.

Categories: Linux Tags:

Baca Tulis File System Linux dari Windows

March 30th, 2007 No comments

Proses baca tilis file system Windows di Linux sudah biasa. Baik itu file system yang FAT32 maupun file system NTFS. Untuk baca tulis file system Linux di Windows bisa menggunakan program Ext2fs. Program tersebut bisa didownload di http://www.fs-driver.org.

Setelah didownload, coba install program tersebut. Tidak susah kok untuk install program Ext2fs. Tinggal Next, next dan next. Nanti pada instalasi akan di temukan pemilihan “label” untuk drive Linux, seperti tampak pada gambar berikut.

Setelah selesai proses instalasinya, coba buka Windows Explorer. Sehingga akan dihasilkan drive baru dalam komputer Anda, yang mana drive tersebut merupakan drive dari partisi Linux. Di sini penulis menggunakan Linux Ubuntu 5.04. Hasilnya bisa dilihat seperti gambar berikut.

Di sini Anda bisa melakukan copy file ataupun membuat file di partisi Linux tersebut. Selamat mencoba. Semoga artikel ini bermanfaat.

Categories: Informatika, Linux, Windows Tags: ,

Konfigurasi DHCP Server di Fedora Core

January 25th, 2007 3 comments

Konfigurasi DHCP Server di Red Hat, Fedora Core dan turunannya

Komputer A

  • Cek apakah hdcp telah terinstall dengan menggunakan perintah:
    #rpm –qa |grep dhcp
  • Yang diinstall untuk komputer server :
    dhcp-3.0.3-26
    dhcp-devel-3.0.3-26
  • Untuk komputer client:
    dhcpv6-client-0.10-16.1
  • Copykan file /usr/share/doc/dhcp-3.0/dhcp.conf.sample /etc/dhcp.conf
    #cp /usr/share/doc/dhcp-3.0/dhcp.conf.sample /etc/dhcpd.conf
  • Kalau sudah terinstall, edit file /etc/dhcpd.conf
    Edit file dhcpd.conf
    ——————————————————
    edit subnet 192.168.10.0
    option routers 192.168.10.8
    option nis_domain “wiwin.web.id”;
    option domain_name_servers 192.168.10.8;
    option dynamic_bootp 192.168.10.1 192.168.10.254
    ——————————————————
  • Jalankan service httpd : #service dhcpd start
  • Lihat statusnya : #service dhcpd status

Komputer B

  • Untuk konfigurasi client jalankan netconfig :
    #netconfig
  • Lihat file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
    ——————————————————
    DEVICE = eth0
    ONBOOT = yes
    BOOTPROTO = dhcp
    ——————————————————
  • Jalankan (restart) service network
    #service network restart
  • Sekarang lihat Ipnya pada bagian
    inet addr:192.168.10.253
Categories: Linux, Networking Tags: , ,

Bad Behavior has blocked 79 access attempts in the last 7 days.