Archive

Archive for the ‘Linux’ Category

Konfigurasi IP di OpenSUSE 10

January 25th, 2007 Comments off

Konfigurasi IP di OpenSUSE 10

  • File yang dikonfigurasi :
    #/etc/sysconfig/network/ifcfg-eth-id-00:13:8f:d0:53:42
    BOOTPROTO = “static"
    BROADCASE = “192.168.0.255"
    IPADDR = “192.168.0.1"
    NETMASK = “255.255.255.0"
    NETWORK = “192.168.0.0"
    DEVICE = “eth0"
    ONBOOT = “yes"
    

  • Untuk menjalankan service network:
    #/etc/init.d/network start


  • Untuk menghentikan service network:
    #/etc/init.d/network stop

    network stop

  • Untuk merestart service network:
    #/etc/init.d/network restart

    network restart

  • Untuk melihat status service network:
    #/etc/init.d/network status

    network status
    Untuk mengetes hasil konfigurasi tersebut, coba lakukan perintah ping ke IP 192.168.0.1 melalui konsole.
    ping 192.168.0.1
    Untuk mengecek apakah komputer kita terhubung dengan komputer lain, bisa dilakukan perintah ping ke komputer yang terhubung. Disini saya telah menyeting komputer windows dengan IP 192.168.0.2. Jadi lakukan ping ke 192.168.0.2
    ping 192.168.0.2
    Untuk mengecek apakah komputer windows (192.168.0.2) terhubung dengan komputer Linux Suse (192.168.0.1), coba lakukan perintah ping dari komputer windows.
    ping

Note :
Catatan di atas merupakan hasil dari eksperimen, jadi mungkin penjelasannya masih kurang bisa dipahami. Cuma aku ambil poin-poinnya saja. Kalau ada yang salah ataupun kurang script-nya, mohon komentar untuk perbaikan biar bisa digunakan untuk pembelajaran. Terimakasih.

Categories: Linux Tags:

Konfigurasi Samba di OpenSuse 10

January 25th, 2007 No comments

Konfigurasi SAMBA di OpenSUSE

  • File yang dikonfigurasi: #/etc/samba/smb.conf
    Contoh menshare

    [Film]
    comment = Film OK
    path = /mnt/E/Film
    security = share
    browseable = Yes
    read only = Yes
    public = Yes
    

  • Untuk menjalankan service samba:
    #/etc/init.d/smb start

    samba start
    Coba sekarang kita akses hasil sharing file dari komputer windows. Hasil dari sharing file tersebut seperti tampak pada gambar berikut.
    Komputer Samseng

  • Untuk menghentikan service samba:
    #/etc/init.d/smb stop

    Samba Stop

  • Untuk merestart service samba:
    #/etc/init.d/smb restart

    samba restart

  • Untuk melihat status service samba:
    #/etc/init.d/smb status

    samba status

Note :
Catatan di atas merupakan hasil dari eksperimen, jadi mungkin penjelasannya masih kurang bisa dipahami. Cuma aku ambil poin-poinnya saja. Kalau ada yang salah ataupun kurang script-nya, mohon komentar untuk perbaikan supaya bisa digunakan untuk pembelajaran. Terimakasih.

Categories: Linux Tags:

Open Source vs Free Software

November 30th, 2006 No comments

Dalam dunia software, istilah free software lebih dimaknai sebagai “perangkat lunak bebas” ketimbang “perangkat lunak gratis”. Alasannya, istilah “gratis” biasanya hanya mengacu pada harga, bukannya kebebasan. Kebebasan dalam hal ini meliputi kebebasan untuk menjalankan suatu program untuk tujuan apa saja, kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan program tersebut sehingga dapat membantu sesama pengguna, dan yang terakhir adalah kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak umum sehingga semua menikmati keuntungannya. Untuk mewujudkan semua itu, setiap perangkat lunak yang dinyatakan sebagai perangkat lunak bebas wajib disebarluaskan dibawah lisensi General Public License (GPL).

Konsekuensinya, agar dapat disebut sebagai perangkat lunak bebas (free software), sebuah perangkat lunak harus menyediakan kode sumber (source-code) yang dapat diakses dan dimodifikasi oleh penggunanya. Yang disebut dengan kode sumber disini adalah kode-kode dalam bahasa pemrograman yang membentuk perangkat lunak bersangkutan sebelum perangkat lunak tersebut di-compile. Perangkat lunak semacam ini lantas disebut sebagai perangkat lunak open source.

Free software tidak sama dengan perangkat lunak shareware maupun freeware. Walaupun tersedia secara gratis, shareware dan freeware jelas bukan perangkat lunak bebas. Para pembuat shareware sebenarnya sama sekali tidak berniat untuk menggratiskan software buatannya. Mereka cuma memberi kesempatan kepada user untuk mencoba selama periode tertentu untuk kemudian memutuskan apakah akan membeli versi komersialnya atau sama sekali tidak menggunakan program tersebut. Sementara itu, para pembuat freeware memang menggratiskan program buatannya, tapi mereka rata-rata tidak menyediakan source code, yang berarti mereka tidak menyediakan akses bagi penggunanya untuk melakukan modifikasi terhadap program untuk menyesuaikan dengan kebutuhannya. Ini jelas bertentangan dengan prinsip perangkat lunak yang sudah disinggung diatas.
Open Source dan Free Software

Satu hal yang sering rancu adalah pengertian antara open source dan free software (perangkat lunak bebas). Kadang-kadang kita menemui kedua istilah ini dicampur adukkan, padahal keduanya adalah hal yang berbeda.

Boleh-boleh saja sebuah perangkat lunak open source diaku sebagai free software, tapi masalahnya bukan apakah kode sumber dibuka atau tidak, tapi lebih dari itu, apakah kode itu tersedia secara bebas atau tidak. FreeBSD misalnya, adalah perangkat lunak open source, tapi bukanlah free software, setidaknya kalau kita mengacu pada definisi GPL. Ini karena walaupun kode sumber untuk FreeBSD memang tersedia, namun hanya untuk kalangan terbatas. Kode ini juga tidak bebas untuk dikembangkan sesuka hati oleh penggunanya. Ketersediaan kode sumber disini sebenarnya semata-mata untuk alasan kemudahan bagi developer untuk mengembangkan perangkat lunak untuk OS bersangkutan. Sebaliknya, OS semacam Linux adalah free software yang definitif karena kode sumbernya selain terbuka, juga dapat dimodifikasi maupun ditingkatkan oleh penggunanya sendiri (bukan hanya untuk developer).

Di pihak lain, walaupun sifatnya “free”, ini tidak berarti selamanya Linux tersedia secara gratis, karena beberapa paket distrubusi (distro) Linux dikemas sebagai paket komersial dimana pengguna harus membayar biaya lisensi untuk bisa menggunakannya secara legal. Sebaliknya, FreeBSD yang walaupun bukan free software, justeru tersedia secara gratis untuk digunakan oleh siapa saja tanpa perlu dipusingkan soal lisensi.

Proyek GNU bentukan Richard Stallman merupakan contoh yang relevan dari perangkat lunak bebas. Stallman mulai mencanangkan gerakan software bebas (free software movement) pada 1983, saat ia mengumumkan rencananya untuk menulis software kompatibel UNIX yang disebut GNU (yang merupakan akronim rekursif dari GNU’s Not UNIX) dan mengedarkannya secara gratis untuk publik.

Sebagaimana FreeBSD yang merupakan pengembangan dari keluarga Unix BSD, maka OS Linux yang populer itu sebenarnya merupakan turunan yang paling populer dari GNU. Linux Torvalds menciptakan Linux sebagai sebuah kernel dari GNU. Karenanya, walaupun sistem operasi buatannya ini sering dirujuk sebagai “Linux” saja, sebetulnya ia lebih tepat jika disebut sebagai sistem GNU/Linux. Dilain pihak, kernel GNU yang ditulis oleh Stallman – disebut Hurd, atau tepatnya GNU/Hurd – sampai saat ini masih dikembangkan dan belum kunjung selesai (!).

Kesimpulannya, istilah free software maupun open source sebenarnya tidak berkorelasi langsung dengan masalah harga. Ini cuma persoalan ketersediaan kode sumber dan bagaimana hak pengguna terhadap kode sumber bersangkutan. Untuk ukuran pengguna kebanyakan (bukan programmer/developer), urusan ini jelas bukan sesuatu yang signifikan.

OSI dan FSF

Ketersediaan kode sumber untuk diakses publik tidak serta merta membuat suatu software berhak menyandang sebutan open source. Ini kalau kita menggunakan definisi open source versi Open Source Initiative (OSI), sebuah lembaga nonprofit. Definisi formal dari open source menurut versi OSI diantaranya adalah, apabila setiap orang memiliki hak untuk memodifikasi dan me-redistribusi kode program berikut program jadinya.

Definisi OSI ini sebenarnya secara umum sama dengan definisi free software dari Free Software Foundation (FSF) bentukan Richard Stallman, yang diwujudkan dalam apa yang disebut sebagai General Public License (GPL) itu. Sebagai informasi, FSF adalah organisasi utama dimana proyek GNU bernaung. Sebagai sebuah organisasi nirlaba, FSF memiliki misi untuk menciptakan Perangkat Lunak Bebas dalam artian bebas untuk digunakan, dipelajari, disalin, diubah, dan diedarkan, serta untuk membela hak para pengguna perangkat lunak bebas.

OSI sendiri akhirnya memisah dari FSF pada 1998, saat mana mereka mulai mengadopsi label open source. Alasannya adalah karena terminologi open source dianggap kurang bermuatan ideologis ketimbang free software. Kelompok ini meyakini bahwa frase open source memiliki daya tarik yang lebih besar bagi kalangan bisnis, kendati sebenarnya software tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang kurang lebih serupa seperti model pengembangan pada FSF. Sejak itu pula, kedua gerakan ini memisah secara filosofi. OSI cenderung menempatkan diri dalam kaitan pengembangan software, sedangkan FSF memposisikan kelompoknya sebagai sebuah gerakan sosial.

Sumber: http://dhani.singcat.com/IT/fyi.php?page=opensrc-freesw

Linux On The Phone

September 16th, 2005 No comments

Linux sudah lama merambah ke perangkat mobile, mulai dari laptop, PDA maupun ponsel. Salah satu pertimbangan dalam pengembangan linux pada device-device ini adalah sifatnya yang open source, sehingga developer tidak perlu lagi membayar fee untuk software, dan tinggal mengembangkan saja. Dengan banyaknya device yang berbasis linux, bukan tidak mungkin nantinya linux akan menjadi open standard, yang digunakan pada semua perangkat electronic, sehingga komunikasi antar device akan semakin mudah. bagi yang ingin tahu lebih lanjut silahkan klik sini.

Categories: Informasi, Linux, Mobile Tags:

Linux Shop

July 1st, 2005 1 comment
  1. Khansa Group
  2. Its located at jl Wonosari, after “kids fun” km 10 (or after Jogja TV). You can visited this site: http://khansagroup.com

  3. Slackware
  4. Around Demangan also any shop. It names Slackware. Its linux rental specialist.

  5. LLC (Linux Learning Center)
  6. LLC is Linux Learning Center. It is located at kaliurang street, (perempatan kentungan). In there any cds from Khansa etc.

  7. Kaffah Agensi
  8. You also can visited Kaffah agensi at jl. Dr Sarjito.

  9. DistroLinux
  10. In there we can get more information about linux distro newest. URL : http://www.distrolinux.net/

  11. SentraLinux
  12. This site also have much linux distro, from oldest until newest. One cd = 10.000.

  13. GudangLinux
  14. Or u can visit this site. Gudang linux we can get more , like Software Official (Application, Linux, Microsoft, CD OpenSource), Publications, GLX-Gears, and Software aplications.

If you have much links about shop which sell linux dixtro, Please send that informations to me. Thanks.

Categories: Linux Tags:

Bad Behavior has blocked 151 access attempts in the last 7 days.